Fase menstruasi penting diketahui, terlebih untuk Anda para wanita. Menstruasi itu sendiri terjadi saat lapisan dinding rahim atau dikenal juga dengan nama endometrium serta sel telur yang tidak dibuahi meluruh dan keluar melalui vagina. Menstruasi pada masa remaja merupakan tanda ketika wanita telah mulai memasuki tahap pubertas.

Bagi Anda yang penasaran mengenai apa saja fase menstruasi tersebut maka berikut ini akan diulas dengan Lebih detail lagi.

Apa Saja Fase Menstruasi?

Menstruasi di sini tak hanya sekedar proses keluarnya darah dari dalam tubuh perempuan saja. Siklus menstruasi tersebut terjadi rata-rata tiap 28 hari tapi ada juga yang mengalami 25 hari hingga 35 hari dan hal tersebut masih tergolong normal.

Ketika fase menstruasi tengah berlangsung, maka banyak sekali hal yang terjadi. Fase menstruasi tersebut penting untuk diketahui sebagai salah satu langkah maupun upaya dalam menjaga kesehatan organ reproduksi atau juga dapat dijadikan cara perencanaan kehamilan.

Fase Menstruasi

Fase ini merupakan fase di mana keluarnya lapisan rahim yang mulai menebal dari tubuh melalui saluran vagina. Cairan menstruasi tersebut mengandung antara lain darah, sel lapisan rahim serta lendir. Untuk jumlah darah yang keluar ketika menstruasi tersebut mencapai hingga 25 ml sampai 60 ml.

Fase Folikuler

Fase folikuler dimulai ketika hari pertama seorang wanita mengalami menstruasi dan berakhir dengan terjadinya ovulasi. Ovarium nantinya akan mulai menghasilkan setidaknya 20 folikel yang akan menampung sel telur belum matang.

Umumnya hanya satu folikel nantinya yang akan matang dan menjadi telur, sementara yang lain akan mati. Ini bisa terjadi sekitar hari ke-10 dari siklus 28 hari. Pertumbuhan dari folikel ini akan merangsang lapisan rahim untuk menebal serta jadi tanda persiapan terjadinya kehamilan.

Ovulasi

Ovulasi merupakan peristiwa pelepasan sel telur yang matang dari area permukaan ovarium. Umumnya terjadi di pertengahan siklus sekitar 14 hari atau lebih sebelum menstruasi tersebut dimulai. Selama fase, folikel yang tengah berkembang ini akan mengakibatkan peningkatan dari hormon estrogen.

Telur nantinya akan disalurkan menuju ke tuba fallopi serta menuju ke bagian rahim dengan gelombang kecil seperti rambut. Masa hidup dari telur umumnya hanya berkisar antara 24 jam saja, kecuali di sini jika bertemu dengan sel sperma selama waktu tersebut, sel telur akan mati.

Fase Luteal

Selama ovulasi ini sel telur nantinya akan keluar melalui folikelnya tapi folikel yang pecah tetap akan berada di area permukaan ovarium. Selama sekitar 14 hari berikutnya folikel tersebut berubah menjadi struktur yang dikenal juga dengan nama korpus luteum.

Struktur tersebut akan mulai melepaskan hormon progesteron bersama dengan hormon estrogen yang sedikit dan mempertahankan lapisan rahim agar tetap tebal hingga menunggu sel telur yang telah dibuahi menempel.

Jika telur yang dibuahi tersebut nantinya tertanam di lapisan rahim maka akan menghasilkan hormon yang dibutuhkan untuk mempertahankan ketebalan tersebut. Ovarium terus memproduksi peningkatan dari kadar hormon progesteron yang dibutuhkan dalam mempertahankan lapisan rahim agar tetap tebal.

Namun jika ternyata di sini kehamilan tidak terjadi, maka nantinya korpus luteum akan mulai layu dan mati. Umumnya hal tersebut terjadi sekitar hari ke 22 dalam siklus 28 hari. Penurunan dari kadar hormon progesteron ini nantinya akan mengakibatkan lapisan rahim mulai rontok. Hal tersebut dikenal juga dengan fase keempat yaitu menstruasi dan siklus kemudian akan berulang kembali.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.