Tiga Hari Tak Mengajar, Guru di Medan Ditemukan Tewas, Sepeda Motornya Raib

Seorang guru di Kota Medan Sumatera Utara ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya, Jumat (3/9/2021). Belum diketahui sebab kematiannya, namun ada beberapa harta yang diperkirakan hilang. Guru bernama Muhammad Ilyas (32) asal Batubara ditemukan di kamar kosnya di Lingkugan III Gedung Johor, Jalan Eka Warni III Medan Johor.

Polisi saat ini masih melakukan penyebab kematian korban. Jasad Ilyas ditemukan sekitar Pukul 14 hari ini dan baru dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pukul 17.16 WIB. Rekan korban yang menemukan jenazah juga bernama mirip yaitu Muhammad Ilyasah (24).

Korban terakhir ke sekolah pada Senin sekitar enpat hari lalu. "Dia sudah tiga hari enggak masui kerja tanpa pemberitahuan. Lalu kami cari lah, dan kami temukan kosnya di sini. Terus kami tanya pemilik rumah kos, pemilik rumah kos mengatakan memang tak nampak.

Lalu, bersama pemilik kos kami ingin menuju ke sana,"ujar Ilyasah. Lalu, bersama pemilik kos dan kepala lingkunan setempat mereka menuju kos tersebut lantaran curoga ada bau bangkai. Sementara kamar korban dalam keadaan terkunci.

Ilyasah mengatakan, mereka tiba di lokasi usai salat Jum'at dan mencium aroma bangkai. Karena curiga, lalu Ilyasah menghubungi kepala lingkungan dan Polisi. Kata Ilyasah, sehari hari korban asal Batubara ini berprofesi sebagai guru di SD Darul Ilmu Murni.

Menurut Ilyasah, rekannya ini tinggal sendirian di kamar kos tersebut. Korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit. Sejauh ini, barang barang korban ada yang tidak kelihatan seperti sepeda motor. "Sepeda motornya enggak nampak,"ujar Ilyasah.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap, mengatakan, polisi sejauh ini telah selesai olah TKP untuk hari ini. Hingga saat ini, kata Zulkifli, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kematian Ilyas. Polisi juga masih mengotopsi korban untuk memastikan apakah korban dibunuh atau tidak.

"Kita masih menunggu hasil autopsi,"ujar Zulkifli. Disinggung apakah ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban, kata Zulkifli polisi juga masih harus menunggu hasil autopsi. Sejauh ini, kata Zulkifli tiga saksi yang tengaj dimintai keterangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.